Hindari Es Saat Berbuka Puasa


Rasa lapar dan haus saat puasa lebih merupakan efek sesaat yang dapat diatur. Dengan kata lain, rasa lapar dan haus bukanlah tanda mutlak dari kebutuhan tubuh akan makanan. Kebutuhan energi, untuk bekerja misalnya, bisa dipenuhi dari cadangan energi pada hati, otot, lemak di bawah kulit dan lain-lain. Justru berpuasa merupakan kesempatan memobilisasi timbunan lemak. Puasa juga mengistirahatkan "mesin pencernaan" selama beberapa jam.
Oleh karena itu, puasa tidak harus menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan dalam banyak kasus justru membuat tubuh lebih sehat. Untuk itu diperlukan pengaturan berbuka dan makan sahur yang benar. Berbuka dan makan sahur tidaklah sekadar memasukkan makanan.
Selama berpuasa, kadar gula dalam darah lebih rendah dibandingkan dengan keadaan tidak berpuaa. Padahal, gula merupakan sumber tenaga yang segera dapat digunakan. Gula inilah yang perlu segera diperoleh saat berbuka puasa, tetapi jangan berlebihan sebab akan menganggu kenikmatan menyantap menu utama.
   1. Ada kebiasaan salah yang dilakukan sebagian orang, yaitu minum air es atau es yang dicampur ke dalam minuman sebelum menyantap makanan. Cara ini sangat merugikan karena es dapat menahan rasa lapar. Akibatnya, hidangan lain yang lebih bergizi bisa tidak disantap, sehingga mengurangi asupan nutrisi yang diperlukan. Hindari minum es saat buka puasa.
   2. Saat berbuka mulailah dengan minuman manis hangat dan makanan ringan yang mudah dicerna. Bisa teh manis, sirop, ditemani kurma, pisang goreng, atau pisang sale. Setelah kadar gula darah berangsur-angsur normal bisa dilakukan salat magrib.
   3. Setengah jam kemudian barulah nikmati menu utama. Makanlah secukupnya. Dua jam kemudian, setelah salat tarawih, dapat menyantap hidangan yang masih ada.
   4. Makan sahur jangan dianggap sepele. Tidak jarang orang enggan bangun, padahal makan sahur sangat penting untuk mengimbangi zat gizi yang tidak diperoleh tubuh selama sehari berpuasa. Makan sahur jangan asal kenyang, tetapi harus bergizi tinggi. Hidangan sahur harus nisa menjadi cadangan kalori dan protein, serta membuat lambung tidak cepat hampa makanan. Dengan demikian, rasa lapar tidak cepat dirasakan. Makanan yang cukup mengandung protein dan lemak adalah nasi, telur, dendeng, rendang, ikan, dan tentu saja sayuran.
Dengan berbuka dan sahur secara sehat, berbagai gangguan kesehatan bisa dihindari. Namun, bukan berarti semua orang sakit boleh berpuasa. Hal itu sangat bergantung pada kondisi pasien dan penyakitnya.
sumber: susukolostrum.com

Es Batu Tidak Baik Untuk Berbuka Puasa

YANG  menarik pada saat berbuka puasa adalah orang memilih atau mencari minuman dingin. Kalau ternyata tidak dingin, orang akan cari es batu. Apakah es batu baik untuk kesehatan?
 
Menurut dr Galih Sri Maharadjo SpPD, dari Rumah Sakit Bhineka Bhakti Husada, Tanggerang, konsumsi es pada saat berbuka puasa tidaklah tepat karena dapat mengganggu proses pencernaan.
 
“Tanpa puasa pun es mesti kita waspadai. Apalagi diterapkan pada orang yang berpuasa. Bukannya bagus, malah tidak mengena,” katanya, beberapa waktu lalu.
 
Pada saat berpuasa terjadi penurunan kondisi tubuh. Tubuh menjadi lemah. “Orang berpuasa itu kondisinya kan lemah karena intake makanan berkurang, cairan berkurang. Begitu saatnya buka puasa, harusnya makanan bisa langsung diserap dan secepatnya diubah menjadi energi,” imbuh dr Galih.
 
Jika pada saat berbuka orang langsung minum es, bukan tidak mungkin tubuh menjadi lemas dan makanan tak langsung dapat diubah menjadi energi. Bahkan es dapat memicu influenza, demam, atau alergi.
 
“Yang langsung dirasakan, ya, biasanya bersin-bersin, pilek, batuk, lemas, sakit tenggorokan karena itu yang langsung masuk. Gejala lanjut bisa mual dan muntas. Dan semua gejala penyakit saluran pencernaan atas,” kata dr Galih.
 
Suplai Oksigen Tak Lancar

Organ saluran pencernaan atas terdiri atas rongga mulut dan kerongkongan. Kerongkongan bertugas menyalurkan makanan yang sudah dikunyah oleh gigi ke rongga mulut menuju lambung. Makanan yang melewati kerongkongan akan terdorong menuju lambung oleh gerakan peristaltik otot-otot kerongkongan. Gerakan tersebut terjadi karena dinding kerongkongan tersusun atas otot-otot polos yang memanjang serta berkontraksi secara bergantian. Itulah mengapa makanan dapat melewati kerongkongan.
 
Kalau es menjadi asupan pertama pada saat berbuka setelah seharian berpuasa –gerakan-gerakan peristaltik terganggu. Es akan membuat saluran pembuluh darah mengecil atau bahkan menutup. Kalau sudah demikian, gerakan otot-otot tak maksimal karena suplai oksigen dalam darah tidak lancar. Dan tidak tertutup kemungkinan muncul penyakit-penyakit saluran pencernaan atas seperti yang sudah disebutkan di atas.
 
“Es itu bikin pembuluh darah mengecil dan menutup. Padahal saluran tersebut penting untuk menyalurkan oksigen, makanan, darah, zat-zat antibodi. Begitu mengecil, suplai di saluran pencernaan atas berkurang, sehingga penyakit mudah datang. Radang tenggorokan, influenza. Kalau yang punya bakat alergi, langsung bisa alergi,” terang dr Galih.
 
Dampaknya berlanjut pada saluran pencernaan utama, yaitu lambung. Pada orang yang berpuasa, jumlah asam lambung mengalami peningkatan pada sore hari. Karena itulah, sangat diharapkan agar hidangan berbuka puasa dapat sesegera mungkin dicerna setelah sampai di lambung.
Namun hal ini agaknya sulit terjadi jika yang masuk adalah es. Es akan membuat makanan menjadi terbekukan.
“Otomatis makanan terbekukan,” imbuh dr Galih. Bila sudah demikian, otot-otot lambung yang berbentuk memanjang, melingkar, dan menyerong tak langsung dapat membolak-balikan makanan agar lebih halus lagi.
 
Sebabkan Obesitas
 
Dampaknya kembali berlanjut di usus halus, organ yang menyerap makanan. Usus sendiri terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan (ileum). Es membuat penyerapan makanan dalam usus halus terhambat. “Penyerapan makanan terhambat karena pembuluh darah mengecil. Kontraksi usus terhambat, sehingga penyerapan terhadap makanan terganggu,” kata dr Galih.
 
Pada kondisi normal, usus mampu menyerap sari makanan pada suhu normal. “Usus akan menyerap air ataupun sari makanan yang sudah sesuai dengan suhu tubuh. Kalau kondisi usus dingin, usus tidak langsung menyerap makanan, tapi justru membutuhkan energi untuk menyesuaikan suhu sari makanan atau air,” terang dr Galih.
 
Dalam kondisi demikian, lemak justru terserap terlebih dahulu daripada sari makan. “Yang terserap cepat justru lemak,” katanya. Dan bila hal ini terjadi selama Ramadan, dampak yang paling mungkin terjadi adalah obesitas.
 
“Dampak jauhnya obesitas karena terlalu sering banyak lemak yang terserap,” tukas dr Galih. Apalagi kalau makanan yang dikonsumsi mengandung banyak lemak.
 
Dampak timbunan lemak ini pun beragam pada setiap orang karena penyerapan terhadap lemak berbeda-beda. Ada yang sangat mudah, ada yang cukup sulit. Yang pasti, perbedaan berat badan cukup signifikan. “Lamanya waktu tidak bisa dipastikan. Bisa-bisa habis Lebaran berat badan langsung meningkat. Tidak semua orang sama. Itu sangat relatif. Dan pertumbuhan berat badan karena lemak tersebut cukup signifikan,” tambah dr Galih.
 
Suhu air yang paling baik untuk yang sedang berpuasa minimal suhu kamar, yaitu 25 derajat Celsius. Dan akan lebih baik lagi bila hangat. Sedikit lebih tinggi daripada  suhu kamar. “Suhu yang paling bagus adalah suhu kamar 25 derajat Celsius. Atau kalau mau hangat di atas itu,” lanjutnya.
 
Dengan suhu yang hangat diharapkan proses pencernaan yang melibatkan reaksi kimia seperti yang terjadi pada usus dua belas jari atau usus kosong menjadi lebih lancar. Seperti diketahui, pada suhu yangn lebih tinggi reaksi kimia akan berjalan lebih cepat.
sumber: KRJogja.com

Mengapa Kurma Menjadi Andalan Buka Puasa


Kurma identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.

Seperti dikutip dari laman Glamour.com, rasa manis buah kurma tidak seperti buah kering lainnya. Rasa manis dan masyirnya yang mudah meleleh di lidah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat dikonsumsi untuk berbuka puasa.

Mengapa? Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi saat buka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari tak tersentuh makanan.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula dan air sehingga membuatnya semakin mudah dicerna dan sampai ke darah. Kurma juga mengandung kalium yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.

Kurma memang memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibanding buah kering lainnya. Namun, kandungan kaliumnya mampu menekan natrium atau garam berlebih penyebab hipertensi. Itulah mengapa pengidap hipertensi juga sangat disarankan mengonsumsi kurma. Cukup konsumsi 5 buah kurma sehari demi mencukupi kebutuhan kalium harian.

Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit. (pet)
sumber: VIVAnews

PANDUAN BERBEKAM (Mengenal Sindrom Penyakit)

Hijamah

A. SINDROM YANG DI ANJURKAN UNTUK DI BEKAM
SINDROMA SHE
Sindroma She terjadi pada saat serangan Xie-Patogen kuat, namun keadaan Ceng Chi juga masih belum lemah, sehingga pertikaian di antara mereka seru sekali dan menimbulkan gejala-gejala yang nyata dan akut.
Gejala dan tanda
Gejala dan tanda yang ditunjukkan sindroma She berbeda-beda. Hal ini ditentukan oleh aneka macam patogen yang menyerang masuk ke dalam tubuh dan lokasi tubuh yang terserang penyakit. Pada umumnya gejala-gejala yang timbul pada Sindroma She, antara lain suhu badan naik, bahkan tinggi sekali, gelisah, kesadaran menurun, delirium, dada dan perut terasa kembung atau sakit, kadang-kadang terdapat benjolan pada perut, terdapat daerah nyeri tekan, banyak dahak, disuria, oedema, konstipasi atau diare, kotoran bau busuk, lidah kasar, selaput lidah tebal, mengilap atau kotor, nadi She (penuh dan keras) dan bertenaga.
Pembahasan
Penyebab timbulnya Sindroma She terletak pada enam macam patogen luar yang kuat dan berbagai macam produk patologik yang dikarenakan kacaunya fungsi Cang Fu, antara lain darah statis, benda yang berbentuk seperti dahak, cairan dan lembab yang berlebihan, Chi yang terhalang, dan makanan yang tidak tercerna. Ketika patogen itu menyerang masuk ke dalam tubuh, kekuatan Ceng Chi-daya tahan masih baik, dan mengadakan perlawanan untuk mengusir penyerang yang datang dari luar atau dari dalam, sehingga timbul pertikaian yang sangat sengit di antara mereka, dan mengakibatkan timbul reaksi tubuh yang sangat nyata dan kuat.
Sie-Patogen dapat dibagi menjadi golongan Yin dan golongan Yang. Serangan patogen Yang mengakibatkan panas. Di samping itu, patogen bersifat Yin juga dapat berakumulasi menjadi panas. Maka pada Sindroma She timbul gejala suhu badan naik, bahkan kadang-kadang tinggi sekali. Apabila Sie-Patogen menyerang Sin Pao-perikardium, maka timbul gejala-gejala gelisah, kesadaran menurun dan delirium.
Fungsi Cang Fu yang kacau mengakibatkan peredaran Chi tidak lancar, sehingga timbul sakit dan kembung pada dada dan perut; Demikian juga darah statis sebagai produk dari kekacauan fungsi Cang Fu dapat menyebabkan nyeri perut, patogen dahak yang konkrit dapat terdengar suaranya; cairan atau lembab yang tak dapat disalurkan menyebabkan disuria dan oedema.
Apabila terdapat makanan yang tidak tercerna, maka timbul nyeri perut, dan apabila tertekan rasa nyeri bertambah. Serangan patogen panas mengakibatkan Jin Ye tidak cukup sehingga timbul gejala konstipasi dengan kotoran keras. Namun, apabila yang menyerang adalah patogen panas lembab, maka terjadi diare yang kotorannya bau busuk. Pada Sindroma She, keadaan Cheng Chi-daya tahan masih kuat, perikaian Ceng chi dan Sie-patogen berlangsung dengan sangat seru. Hal ini tampak pada lidah yang kasar berwarna tua dan selaput lidah tebal mengilap atau kotor.
Sindroma She sering ditemukan pada permulaan penyakit atau pada pasien usia muda. Pada umumnya Sindroma She berkembang dan berubah dengan cepat.
SINDROMA RE
Penyebab Sindroma Re, antara lain
1. Serangan patogen panas dari luar tubuh.
2. Fungsi organ Cang Fu tidak seimbang sehingga terdapat sebagian organ Cang Fu yang berfungsi terlalu aktif.
3. Tubuh kekurangan Yin sehingga bagian Yang dari tubuh tidak dapat dibatasi, kemudian mengkibatkan terjadi Sindroma Re bersifat Xi.
Gejala dan tanda
Sindroma Re bersifat She disebabkan oleh serangan patogen dari luar atau fungsi Cang Fu terlalu aktif. Gejala dan tanda yang timbul, antara lain suhu badan naik dan penderita selalu ingin berada pada tempat yang dingin, terasa haus dan ingin minum yang dingin, muka dan mata merah, gelisah, air seni berkurang dan berwarna coklat, lidah tampak merah, selaput lidah kuning dan kering, nadi teraba Suo (cepat).
Pembahasan
Sindroma Re selain disebabkan oleh serangan patogen panas dari luar tubuh, juga dapat disebabkan oleh adanya ekses dari tujuh macam emosi. Kemudian kebiasaan makan yang kurang baik mengakibatkan tertimbunnya materi bersifat panas di dalam tubuh. Hal itu juga dapat menyebabkan terjadi Sindroma Re.
Gejala dan tanda yang timbul dapat dianalisis sebagai berikut. Suhu badan naik dan ingin berada di dalam keadaan dingin. Serangan patogen panas dari luar tubuh mengakibatkan tubuh kelebihan Yang, fungsi Cang Fu yang terlalu aktif juga mengakibatkan tubuh berlebihan energi bersifat panas, karena itu, suhu badan naik. Sedangkan ingin pada kondisi dingin merupakan reaksi alamiah tubuh terhadap keadaan panas yang bersifat patologis. Haus dan ingin minum minuman dingin.Sindroma Re mudah menghabiskan cairan tubuh sehingga perlu penambahan dari luar. Karena itu, pasien ingin minum minuman dingin.
Muka dan mata merah
Panas yang membara di dalam tubuh mengakibatkan daerah berdebar dengan cepat, terutama ke bagian muka dan mata, maka mata dan muka merah.
Gelisah
Patogen panas mengacaukan Shen-Jiwa, maka pasien selalu gelisah.
Air seni sedikit dan berwarna coklat
Karena sindroma Re (panas) menghabiskan Jin Ye sehingga menyebabkan tubuh kekurangan cairan, maka air seni sedikit dan berwarna coklat.
Konstipasi, kotoran keras dan kering.
Sindroma Re menyebabkan tubuh kekurangan Jin Ye, termasuk Jin Ye di dalam usus besar. Karena itu, terjadi konstipasi dan kotoran menjadi keras dan kering.
Lidah merah dan selaput lidah kuning dan kering
Ldiah merah dan selaput lidah kuning sebagai pertanda dari Sindroma Re, sedangkan kering menandakan tubuh kekurangan Jin Ye.
Nadi Suo-cepat
Keadaan panas menyebabkan jantung berdenyut dengan cepat, maka nadi teraba Suo-cepat.
B. SINDROM YANG TIDAK DI ANJURKAN UNTUK DI BEKAM
Sindroma Han
Sindroma Han dapat disebabkan oleh serangan patogen dingin. Selain itu, Sindroma Han dapat juga disebabkan oleh kekurangan Yang di dalam tubuh.
Gejala dan tanda
Gejala dan tanda yang timbul dalam Sindroma han, antara lain takut dingin, menyukai yang hangat, kaki dan tangan dingin dan pucat, tidak haus, mulut terasa tawar, air seni banyak dan jernih, diare, atau kotoran tidak berbentuk, selaput lidah tampak putih dan tipis atau lembab licin, nadi teraba Che (lamban) atau Cing (kencang).
Pembahasan
Sindroma Han pada umumnya disebabkan oleh serangan patogen dingin. Namun, dapat juga dikarenakan terlalu lama menderita penyakit sehingga mengakibatkan Yang Chi di dalam tubuh menjadi lemah, dan ptaogen bersifat Yin timbul dari dalam tubuh sendiri.
Takut dingin, kaki dan tangan dingin dan pucat ingin segala sesuatu yang hangat.
Patogen dingin menyerang masuk ke dalam tubuh, menyebabkan bagian Yang di dalam tubuh (yang berfungsi memanaskan tubuh) tertekan, maka penderita terasa takut dingin. Tertekannya Yang Chi menyebabkan tubuh tidak dapat dipanasi dan kekurangan nutrisi, maka kaki dan tangan dingin dan pucat. Karenat tubuh kekurangan Yang Chi dan penderita berusaha menambah, maka pasien ingin makanan hangat atau diam dalam tempat hangat ataupun segala sesuatu yang dapat memberi rasa hangat pada tubuh.
Muka Pucat
Patogen dingin bersifat membekukan, karena itu menyebabkan Chi dan Xie-darah membeku dan peredaran menjadi tidak lancar. Jadi, muka tidak mendapat pasokan Chi dan Xie-darah, maka muka menjadi pucat. Demikian juga ketika kekurangan Yang Chi.
Mulut terasa tawar dan tidak haus
Karena patogen yang bersifat Dingin tidak menghabiskan Jin Ye, tubuh tidak perlu menambah cairan dari luar, maka mulut terasa tawar dan tidak haus.
Air seni banyak dan jernih
Sindroma Han itu disebabkan serangan patogen dingin atau Yang Chi di dalam tubuh dalam keadaan lemah. Dalam keadaan dingin air susah menguap, malahan lebih mudah turun ke bawah dan membentuk air seni. Karena itu, air seni banyak dan jernih.
Kotoran encer dan tidak berbentuk
Dalam Sindroma Han, tubuh kelebihan cairan, dan fungsi Yang Chi lemah sehinga Pi-Limpa tidak dapat menjalankan fungsi transportasi dan transformasi dengan baik. Karena itu, cairan yang berlebihan keluar dari usus besar, dan menyebabkan diare atau kotoran menjadi encer.
Selaput lidah tampak putih atau lembab dan licin
Selaput lidah putih merupakan ciri dari Sindroma Han, sedangkan lembap dan licin menunjukkan cairan di dalam tubuh terlalu banyak.
Nadi teraba Che (lamban) atau Ching (kencang)
Nadi Che-lamban merupakan pertanda dari sindroma Dingin bersifat Xi, sedangkan Cing sebagai pertanda dari adanya patogen bersifat dingin di dalam tubuh.
Sindroma Xi
Sindroma Xi merupakan manifestasi dari kekurangan Ceng Chi-dayatahan di dalam tubuh. Dalam klinik, tubuh yang kekurangan Ceng Chi itu, apabila terserang patogen dari luar (tidak terlalu berat), penderita tetap menunjukkan Sindroma Xi.
Gejala dan tanda
Sindroma Xi dapat dibagi menjadi Chi Xi, Xie Xi, Yang Xi, Yin Xi dan Cang Fu Xi (Fungsi Cang Fu lemah). Karena itu, gejala dan tanda yang dimanifestasikan Sindroma Xi beraneka ragam dan berbeda-beda. Walaupun demikian, di antara berbagai macam Sindroma Xi masih terdapat kesamaannya. Karena Sindroma Xi umumnya disebabkan kurangnya berbagai macam materi dan menurunnya fungsi organ di dalam tubuh, maka umumnya terdapat gejala dan tanda yang sama, antara lain muka pucat dan tidak bercahaya, kurang semangat, kurang bertenaga, lidah pucat dan licin, nadi teraba Xi.
Pembahasan
Muka pucat dan tidak bercahaya
Chi, Xie-darah, dan Jin Ye yang kurang terpancar pada muka, maka muka tampak pucat dan tidak bercahaya. Demikian juga fungsi Cang Fu yang menurun sehingga Chi, Xie dan Jin Ye tidak dapat ditransportasi dan disuplai ke seluruh tubuh. Hal itu terlihat juga pada muka.
Semangat kurang dan tidak bertenaga
Karena Sindroma Xi disebabkan oleh kekurangan materi nutrisi di dalam tubuh atau fungsi Cang Fu menurun, sehingga tidak dapat menunjang aktivitas tubuh, maka penderita terasa kurang semangat dan tidak bertenaga.
Lidah Pucat dan licin, nadi Xi-kosong.
Lidah pucat dan licin, nadi teraba Xi-kosong merupakan manifestasi dari Sindroma Si.
SINDROMA SI YANG PALING DITEMUKAN DALAM KLINIK, antara lain:
A. Sindroma Chi Xi
Dalam Sindroma Chi Xi, selain teradapat gejala umum pada Sindroma Xi, yaitu kurang semangat, badan lesu, muka pucat, dan tidak bercahaya, lidah tampak pucat, nadi teraba Xi, disertai juga napas pendek, suara kecil dan malas bicara, banyak mengeluarkan keringat walaupun tidak bergerak badan, atau hanya bergerak sedikit.
Pembahasan
Kekurangan Chi di dalam tubuh menyebabkan berbagai aktivitas tubuh tidak dapat ditunjang, bahkan hanya berbicara penderita merasa lelah, suara yang dapat dikeluarkan kecil. Kekurangan Chi menyebabkan penderita napas pendek, malas berbicara. Karena Chi tidak cukup untuk mentransportasi darah ke berbagai organ dan jaringan tubuh, sehingga menyebabkan organ dan bagian tubuh yang lain kekurangan Xie-darah. Hal itu jelas tampak pada muka yang pucat dan tidak bercahaya. Chi yang lemah tidak dapat menguasai pori-pori, maka tubuh mudah sekali mengeluarkan keringat.
B. Sindroma Xie-darah Xi
Dalam Sindroma Xie Xi, selain terdapat gejala dan tanda yang umumnya terdapat pada Sindroma Xi, juga terdapat gejala-gejala yang lain, antara lain muka pucat atau pucat kekuning-kuningan, bibir pucat, pusing-pusing, mata kabur, badan pegal dan semutan, lidah tampak pucat, nadi teraba Xi-halus. Pada penderita wanita kuantitas menstruasi kurang dan berwarna pucat, bahkan amenorrhoe.
Pembahasan
Xie-darah kurang dan tidak dapat mensuplai kebutuhan berbagai organ dan jaringan. Hal itu tampak pada wajah, bibir dan lidah yang pucat. Xie-darah tidak cukup untuk menunjang aktivitas Shen-jiwa di otak, maka kepala pusing dan mata kabur. Kekurangan Xie-darah pada berbagai bagian tubuh, menyebabkan timbul perasaan pegal-linu dan kesemutan. Xie-darah yang kurang tidak dapat mengisi “penuh” pembuluh darah, sehingga nadi teraba Si-halus. Kemudian menstruasi secara fisiologik berhubungan denga Xie-darah, maka kekurangan Xie-darah mengakibatkan menstruasi tidak teratur, kuantitas berkurang dan berwarna pucat, bahkan tdiak datang menstruasi.
C. Sindroma Yang Xi
Chi tergolong ke dalam Yang, maka banyak kesamaan antara Chi Xi dan Yang Xi. Yang di dalam tubuh, selain mencakup Chi, juga mencakup fungsi memanasi tubuh pada organ Ming Men. Yang dimaksud dengan Yang Xi adalah kekurangan daya memanasi tubuh dan kekurangan apai di dalam organ Ming Men. Di dalam Sindroma Yang Xi tercakup juga Chi Xi. Yang Xi pada umumnya merupakan kelanjutan dari Chi Xi yang semakin parah.
Pada tahap dini Sindroma Yang Xi, gejala dan tanda yang pertama dimanifefstasikan berupa gejala dan tanda yang ada pada Sindroma Chi Xi. Kemudian disusul dengan gejala lengkap dari Yang Xi. Karena itu, di dalam Sindroma Yang Xi, selalu terdapat Sindroma Chi Xi, yang tambah dengan gejala dan tanda yang lain, yaitu tangan dan kaki dingin, takut dingin, sering buang air kecil, bahkan inkontinensi, impotensi, lidah tampak gemuk, nadi teraba Wei-halus sekali.
Lokasi penyakit di dalam Sindroma Chi Xi terletak di dalam Fei-Paru-paru dan Pi-Limpa, sedangkan sindroma Yang Xi umumnya berlokasi pada Shen-Ginjal, Sin-Jantung dan Pi-Limpa. Dengan demikian, tampak jelas lokasi penyakit dari Sindroma Yang Xi lebih berat daripada Sindroma Chi Xi.
D. Sindroma Yin Xi
Xie-darah tergolong ke dalam Yin, sedangkn bagian Yin di dalam tubuh, selain terdapat Xie-darah, juga mencakup Cing, dan Jin Ye. Karena itu Sindroma Yin Xi banyak kesamaan dengan Sindroma Xie Xi. Namun cukupan Sindroma Yin Xi lebih luas. Dalam Sindroma Yin Xi, selain terdapat gejala dan tanda seperti di dalam Sindroma Xi pada umumnya, yaitu tidak bersemangat, badan lesu, muka pucat, lidah tampak pucat, dan nadi teraba Xi halus, juga terdapat gejala dan tanda yang ditujukkan Sindroma Xie Xi, yaitu pusing-pusing, muka pucat kekuning-kuningan, mata kabur, badan pegal dan kesemutan, dan lidah pucat.
Selain itu, masih terdapat gejala dan tanda yang dikarenakan Cing Xi dan kekurangan Jin Ye. Kemudian karena Yin kurang sehingga tidak dapat membatasi Yang, maka di dalam Sindroma Yin Xi masih terdapat juga berbagai macam gejala panas yang bersifat Xi, misalnya panas berkala yang sering terjadi pada siang hari, danda dan anggota badan terasa panas, mengeluarkan keringat pada waktu tidur, muka tampak merah muda, badan kurus, lidah dan tenggorokan kering, lidah berwarna merah, selaput lidah tipis, bukan tidak beselaput sama sekali, nadi teraba Xi-halus, dan Suo-cepat tetapi tidak bertenaga.
Sindroma Xi selain disebabkan faktor genetika, kebanyakan didapat setelah lahir. Penyebabnya, antara lain tujuh macam emosi yang abnormal, kerja terlalu lelah atau kurang bekerja, kurang olah raga, kebiasaan makan dan minum yang kurang baik, menikah terlalu dini, terlalu banyak melahirkan, terlalu banyak hubungan seks, dan berbagai macam penyakit menahun. Kemudian hukum alam sering menyebabkan manusia lanjut usia mudah terserang Sindroma Xi.
Demikian penjelasan beberapa Sindroma yang sering kita temui saat kita melakukan praktek. Semoga bisa memberikan tambahan wawasan bagi kita semua. Wallahu a’lam.
sumber: yarobbi.com

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme | Blogger Templates